[Lirik dan Terjemahan] go!go!vanillas - Dandelion

Dandelion

go!go!vanillas

SAKAMOTO DAYS Season 2 #Ending

Lyricist: Tatsuya Maki
Composer: Tatsuya Maki
Arranger: go!go!vanillasAtsushi Inoue
Release: 2025.07.23

[Lirik dan Terjemahan] go!go!vanillas - Dandelion
Save
go!go!vanillas - ダンデライオン [Music Video]
play
go!go!vanillas - ダンデライオン [Music Video]
TVアニメ『SAKAMOTO DAYS』第2クールノンクレジットエンディング│go!go!vanillas「ダンデライオン」サカモトデイズ Non-credit Ending Movie
play
TVアニメ『SAKAMOTO DAYS』第2クールノンクレジットエンディング│go!go!vanillas「ダンデライオン」サカモトデイズ Non-credit Ending Movie
影法師かげぼうし きみつかみたくて
はなれた 血生臭ちなまぐさ生家せいか
かなえよう きみとのちかいのこう
陽炎かげろうのようにゆらめいて かぜ
あこがれの景色けしきは ふたつの花模様はなもようかげ
ダンデライオン

よごれた 手洗てあらいうがいしかえるさ きみもと
土産みやげもあるんだ よろこんでくれるかな
ここにある生活せいかつおと におい 記憶きおくあまりに
偏愛へんあい絶対ぜったい いとわないだから
全部ぜんぶうそなんてわないで

影法師かげぼうし きみつかみたくて
はなれた 血生臭ちなまぐさ生家せいか
かなえよう きみとのちかいのこう
陽炎かげろうのようにゆらゆらめいて かぜ
あこがれの景色けしきは ふたつの花模様はなもよう

ぼくらには
最新技術さいしんぎじゅつはいらない
最終電車さいしゅうでんしゃれなくてもいい
大丈夫だいじょうぶぼくといて きみまもってみせる
まもってみせるよ

最新技術さいしんぎじゅつはいらない
最終電車さいしゅうでんしゃれなくてもいい
大丈夫だいじょうぶぼくといて きみまもってみせるよ
ぼくらのデイズ

影法師かげぼうし きみつかみたくて
はなれた 血生臭ちなまぐさ生家せいか
かなえよう きみとのちかいのこう
陽炎かげろうのようにゆらゆらめいて かぜ
あこがれの景色けしきは ふたつの花模様はなもようかげ

このてるまで 見惚みとれたいゆめ
わらず ぼくらのデイズ
Kageboushi kimi wo tsukamitakute
Hanareta chinamagusai seika
Kanaeyou kimi to no chikai no mukou
Kagerou no you ni yurameite kaze ni mau
Akogare no keshiki wa futatsu no hanamoyou to yorisou kage
Danderaion

Yogoreta te tearai ugai shi kaeru sa kimi no moto e
Omiyage mo arunda yorokonde kureru kana
Koko ni aru seikatsu no oto nioi kioku amari ni
Hen ai de zettai shi mo itowanai dakara
Zenbu uso nante iwanaide

Kageboushi kimi wo tsukamitakute
Hanareta chinamagusai seika
Kanaeyou kimi to no chikai no mukou
Kagerou no you ni yurayurameite kaze ni mau
Akogare no keshiki wa futatsu no hanamoyou to yorisou

Bokura ni wa
Saishin gijutsu wa iranai
Saishuu densha ni norenakute mo ii
Daijoubu boku to ite kimi wo mamotte miseru
Mamotte miseru yo

Saishin gijutsu wa iranai
Saishuu densha ni norenakute mo ii
Daijoubu boku to ite kimi wo mamotte miseru yo
Bokura no deizu

Kageboushi kimi wo tsukamitakute
Hanareta chinamagusai seika
Kanaeyou kimi to no chikai no mukou
Kagerou no you ni yurayurameite kaze ni mau
Akogare no keshiki wa futatsu no hanamoyou to yorisou kage

Kono mi hateru made mitoretai yume wa
Kawarazu bokura no deizu
Bayangan, aku ingin meraihmu,
Kutinggalkan rumah kelahiran yang berbau darah.
Mari wujudkan janji yang pernah kita ikrarkan,
Berkilau bagai fatamorgana, berayun bersama angin.
Pemandangan yang kudambakan ialah dua corak bunga bersama bayangnya,
Dandelion.

Kubasuh tanganku yang kotor, berkumur, dan pulang menuju dirimu.
Aku juga membawa oleh-oleh, kuharap kau menyukainya.
Suara kehidupan di sini, aroma, dan kenangannya begitu pekat,
Hingga bila harus menukarnya dengan nyawa pun, aku rela.
Jadi, jangan katakan semua ini dusta.

Bayangan, aku ingin meraihmu,
Kutinggalkan rumah kelahiran yang berbau darah.
Mari wujudkan janji yang pernah kita ikrarkan,
Berkilau bagai fatamorgana, berayun bersama angin.
Pemandangan yang kudambakan ialah dua corak bunga yang berdekatan.

Kita tak begitu
Memerlukan teknologi terkini.
Tak apa jika ketinggalan kereta terakhir.
Tenanglah, di sisiku, ku akan melindungimu.
Ku akan melindungimu.

Tak perlu teknologi terkini.
Tak apa jika ketinggalan kereta terakhir.
Tenanglah, di sisiku, ku akan melindungimu.
Inilah hari‑hari kita.

Bayangan, aku ingin meraihmu,
Kutinggalkan rumah kelahiran yang berbau darah.
Mari wujudkan janji yang pernah kita ikrarkan,
Berkilau bagai fatamorgana, berayun bersama angin.
Pemandangan yang kudambakan ialah dua corak bunga bersama bayangnya.

Hingga raga ini binasa, mimpi yang ingin kusaksikan
Tak pernah berubah. Inilah hari-hari kita.
Advertisement

Ringkasan:
Lagu ini menceritakan tentang kerinduan mendalam dan komitmen tulus dalam sebuah hubungan yang penuh makna. Sang narator meninggalkan masa lalu yang kelam, "rumah kelahiran yang berbau darah", demi mengejar janji cinta abadi bersama pasangannya. Dengan penuh pengabdian, ia ingin merengkuh "bayangan" kekasihnya, menggambarkan impian mereka seperti fatamorgana yang indah. Simbolisme dua bunga dan bayangannya yang berdampingan, serta bunga dandelion sebagai lambang harapan, memperkuat gambaran tersebut.

Narator menunjukkan kesederhanaan hidup yang autentik seperti mencuci tangan, membawa oleh-oleh, dan menikmati suara serta aroma kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan cinta yang begitu kuat, hingga rela mengorbankan nyawa demi orang yang dicintainya. Lagu ini juga menolak gemerlapnya teknologi modern dan ritme hidup yang serba cepat, dengan pesan bahwa tak apa jika tertinggal kereta terakhir. Yang penting adalah kebersamaan dan perlindungan satu sama lain, karena itulah inti dari kebahagiaan.

Hingga akhir hayatnya, narator ingin terus menyaksikan mimpi cinta mereka yang tak pernah pudar, dan merayakan "hari-hari kita" yang abadi.

Admin

Administrator

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments