[Lirik dan Terjemahan] Kessoku Band - Aoi Haru to Nishi no Sora (Musim Semi Biru dan Langit Barat) / Blue Spring and Western Sky

Aoi Haru to Nishi no Sora (Blue Spring and Western Sky)

Kessoku Band

Lyricist: Ai Higuchi
Composer: Kengo Minamida (agehasprings Party)
Arranger: Ritsuo Mitsui
Release: 2023.05.24

[Lirik dan Terjemahan] Kessoku Band - Aoi Haru to Nishi no Sora (Musim Semi Biru dan Langit Barat) / Blue Spring and Western Sky
Save
Blue Spring and Western Sky
play
Blue Spring and Western Sky
Blue Spring and Western Sky -Fixed Star- Concert version
play
Blue Spring and Western Sky -Fixed Star- Concert version
8はちがつ青空あおぞら
かきぜるみたいに
とりごえこえてた

あせばんだTシャツ
なかをつまんで
かぜおこす 電車でんしゃられて

フラミンゴいろまる
西にしそらとわたし
宙舞ちゅうまほこりがキラキラ反射はんしゃしてる

たりまえみたいなかおして
あおはるらってみたんだ
あますぎてとろけそう
でもどくにもなるかも
びていくかげみしめて
はやくうちにかえろう
世界せかいせまい、なんておおきなうそ

写真しゃしんにはうつらない
おとこえにおいが
異常いじょう事態じたい ずっととれないんだ

背伸せのびしつづけてたから
いたくなったつまさき
裸足はだし寝転ねころべば天井てんじょうかぶメロディ

たりまえみたいなかおして
あおはるらってしまったんだ
白旗しろはたかかげてる
あつくて火傷やけどしそう
うすくなるかげつめてた
太陽たいようないとさ
だれだって色濃いろこきれないよな

たりまえみたいなかおして
あおはるらってゆくんだ
あまくてもいたくても
きるそのまで
えていくかげれば
頭上ずじょうほしのヒカリ
世界せかいひろい、なんてしんじてもいい?
Hachi gatsu no aozora
Kakimazeru mitai ni
Tobu tori no nakigoe kikoeteta

Asebanda T-shatsu
Mannaka wo tsumande
Kaze okosu densha ni yurarete

Furamingo iro ni somaru
Nishi no sora to watashi
Chuu mau hokori ga kirakira hansha shiteru

Atarimae mitaina kao shite
Aoi haru wo kuratte mitanda
Amasugite torokesou
Demo doku ni mo naru kamo
Nobite iku kage wo fumishimete
Hayaku uchi ni kaerou
Sekai wa semai, nante ookina uso da

Shashin ni wa utsuranai
Oto ya koe, nioi ga
Ijou jitai zutto torenain da

Senobi shitsuzukete ta kara
Itaku natta tsumasaki
Hadashi de nekorobeba tenjou ni ukabu merodi

Atarimae mitaina kao shite
Aoi haru wo kuratte shimattanda
Shirohata wo kakageteru
Atsukute yakedo shisou
Usukunaru kage wo mitsumeteta
Taiyou ga denaito sa
Daredatte irokoku ikirenai yo na

Atarimae mitaina kao shite
Aoi haru wo kuratte yukun da
Amakutemo itakutemo
Moetsukiru sono hi made
Kiete iku kage ni te wo fureba
Zujou ni hoshi no hikari
Sekai wa hiroi, nante shinjite mo ii?
Langit biru di bulan Agustus,
Seakan diaduk-aduk,
Terdengar kicau burung yang terbang.

Kausku yang berkeringat,
Kujepit bagian tengahnya,
Mengundang angin, bergoyang dalam kereta.

Diwarnai warna flamingo,
Langit barat dan diriku,
Debu yang beterbangan memantulkan kilauan.

Dengan raut wajah yang sewajarnya,
Kucoba menikmati musim semi yang biru.
Begitu manis hingga hampir meleleh,
Namun mungkin juga bisa beracun.
Kuinginjak bayangan yang memanjang,
Dan bergegas pulang.
Dunia ini sempit, betapa besar dustanya.

Foto tak mampu menangkap,
Bunyi, suara, dan aroma.
Keadaan tak wajar, tak pernah hilang.

Karena terlalu lama berjinjit,
Ujung jari kakiku terasa sakit.
Saat berbaring tanpa alas kaki, melodi melayang di langit-langit.

Dengan raut wajah yang sewajarnya,
Ku telah menikmati musim semi yang biru.
Kutegakkan bendera putih,
Panasnya nyaris membakar.
Kupandangi bayangan yang kian memudar,
Tanpa sinar mentari,
Tak ada yang bisa hidup dengan warna pekat.

Dengan raut wajah yang sewajarnya,
Kuterus menikmati musim semi yang biru.
Baik manis maupun menyakitkan,
Hingga tiba hari semua terbakar habis.
Saat melambaikan tangan pada bayangan yang sirna,
Di atasku cahaya bintang bersinar.
Dunia ini luas, dapatkah ku mempercayainya?
Advertisement

Ringkasan:

Lagu ini tentang masa muda yang penuh warna, emosi, dan kontradiksi, digambarkan melalui metafora "musim semi yang biru" dan suasana senja di "langit barat". Liriknya menggambarkan perjalanan seseorang yang menjalani momen-momen kehidupan dengan raut wajah yang tampak biasa atau sewajarnya, namun penuh dengan pengalaman sensorik dan refleksi mendalam.

Narator merasakan keindahan dan kepolosan masa muda yang digambarkan sebagai manisnya musim semi yang nyaris melelehkan hati, namun juga menyadari potensi racun atau kepedihan yang terselip di dalamnya. Ada perjuangan untuk tetap bertahan, berjinjit hingga ujung jari kaki terasa sakit, mengibarkan bendera putih di tengah dunia yang terasa sempit, penuh dusta, namun juga luas dengan kemungkinan. Bayangan yang memudar dan kilau bintang di langit senja mencerminkan perubahan waktu dan harapan yang muncul di tengah kerapuhan. Lagu ini menangkap dualitas antara keindahan dan kepedihan masa muda, serta pertanyaan tentang makna hidup dan luasnya dunia.

Admin

Administrator

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Astri
Astri
20 days ago

makasih kak