![[Lirik dan Terjemahan] amazarashi - 1.0 (one point zero) [Lirik dan Terjemahan] amazarashi - 1.0 (one point zero)](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0VADmmyZpUbGjmABiNNRsKxK26xSN5NXBc_FxWfIUmnD2jaj52TKRAt0GeFy_F3W-bNLmxWaqIGk4d4ol7ZPpikOZTqtR5ba43cE4thD6nsCR6KRw56Inc0gFuV2uMn_NpDckY8f-XMOpi8Z5P3jL-pVVvXX-uAolzC2cphwGux9BDfccLnW4RHfVHA/w640-h640/amazarashi-one-point-zero-cover.png)
1.0 (one point zero)
amazarashi
Lyricist: Hiromu Akita
Composer: Hiromu Akita
Arranger: amazarashi・Yoshiaki Dewa
Release: 2022.04.13
Composer: Hiromu Akita
Arranger: amazarashi・Yoshiaki Dewa
Release: 2022.04.13
あれから色々あったけど こちらは変わらずにいます
いつも手紙感謝します
少なくともあなたは1です 僕にとってあなたは1です
窓越し木々からまだらな陽光 季節はほとほとせっかちで
酷く焦ってしまうもので
時間は平等と言いますが 平等ほど残酷なものはないですね
世界に望み託す人には 世界は薄情に見えるものです
どうだっていいか
ほんとのとこ後悔ばっかりで 今日も眠れない夜が来て
悔やんでも悔やみきれず 成仏できない想いが
真っ黒な夜に成りすまし 真っ黒に塗りつぶす空に
一粒の星明かりだって 見当たらない街の底で
それでもしがみ付く光を 生きていく為の言い訳を
死んではいけない理由を 悲しむ家族の顔とか
掴みたかった憧れとか 希望と呼べる微かなもの
見つかりますように 見つかりますように
悲観とは未来にするもので
そう考えると悲観してるだけましだと思いませんか
「どうにかなるさ」という言葉は 他人ではなく自分に使うものです
他人に期待する人には 他人は無情に見えるものです
勝手にしてくれ
季節外れの海水浴場にて 寄せては返す過去と未来
出会いと別れ、光と陰 そんなものと遠く離れて
ただ息をしてたいだけなのに 涙がこぼれそうになって
もう無理かもなって もう無理かもなって
それでも逃げ出せない因果を かつての嘲笑も罵倒も
後ろ指差されたこととか 全部帳消しにできるもの
嵐でも折れない旗の様に 絶対的に誇れるものが
見つかりますように 見つかりますように
友達も学校も 家族も社会も 恋人も
世界との繋がりが煩わしかった
僕らを縛り付けていた無数の糸は
繋ぎ止める為のものだった この世界へと
きっと0か1でしかなくて その間に海原が広がり
泳ぎきれずに藻掻いている 生きたがりの亡霊たちが
凍える心に声も無く 消えたい願いすら叶わず
死にたいなんてうそぶいたって 対岸の灯が眩しくて
それでも逃げ込める居場所を あなたを呼び止める声を
もうここで死んだっていいって 心底思える夜とか
報われた日の朝とか あなたにとっての1が
見つかりますように 見つかりますように
「どうにかなるさ」って言える あなたにとっての1が
見つかりますように 見つかりますように
Are kara iroiro atta kedo kochira wa kawarazu ni imasu
Itsumo tegami kansha shimasu
Sukunakutomo anata wa ichi desu boku ni totte anata wa ichi desu
Mado goshi kigi kara madara na youkou kisetsu wa hotohoto sekkachi de
Hidoku asette shimau mono de
Jikan wa byoudou to iimasu ga byoudou hodo zankoku na mono wa nai desu ne
Sekai ni nozomi takusu hito ni wa sekai wa hakujou ni mieru mono desu
Dou datte ii ka
Honto no toko koukai bakkari de kyou mo nemurenai yoru ga kite
Kuyande mo kuyamikirezu joubutsu dekinai omoi ga
Makkuro na yoru ni narisumashi makkuro ni nuritsubusu sora ni
Hitotsubu no hoshi akari date miataranai machi no soko de
Sore demo shigamitsuku hikari wo ikite iku tame no iiwake wo
Shinde wa ikenai riyuu wo kanashimu kazoku no kao to ka
Tsukamitakatta akogare to ka kibou to yoberu kasuka na mono
Mitsukarimasu you ni mitsukarimasu you ni
Hikan to wa mirai ni suru mono de
Sou kangaeru to hikan shiteru dake mashi da to omoimasen ka
"Dounika naru sa" to iu kotoba wa tanin de wa naku jibun ni tsukau mono desu
Tanin ni kitai suru hito ni wa tanin wa mujou ni mieru mono desu
Katte ni shite kure
Kisetsuhazure no kaisuiyokujou nite yosete wa kaesu kako to mirai
Deai to wakare, hikari to kage sonna mono to tooku hanarete
Tada iki wo shitetai dake na no ni namida ga koboresou ni natte
Mou muri kamo natte mou muri kamo natte
Sore demo nigedasenai inga wo katsute no choushou mo batou mo
Ushiro yubi sasareta koto to ka zenbu choukeshini dekiru mono
Arashi demo orenai hata no you ni zettaiteki ni hokoreru mono ga
Mitsukarimasu you ni mitsukarimasu you ni
Tomodachi mo gakkou mo kazoku mo shakai mo koibito mo
Sekai to no tsunagari ga wazurawashikatta
Bokura wo shibaritsukete ita musuu no ito wa
Tsunagi tomeru tame no mono datta kono sekai e to
Kitto zero ka ichi de shika nakute sono ma ni unabara ga hirogari
Oyogikirezu ni mogai teiru ikitagari no bourei-tachi ga
Kogoeru kokoro ni koe mo naku kietai negai sura kanawazu
Shinitai nante usobuita tte taigan no hi ga mabushikute
Sore demo nigekomeru ibasho wo anata wo yobitomeru koe wo
Mou koko de shinda tte ii tte shinsoko omoeru yoru to ka
Mukuwareta hi no asa to ka anata ni totte no ichi ga
Mitsukarimasu you ni mitsukarimasu you ni
"Dounika naru sa" tte ieru anata ni totte no ichi ga
Mitsukarimasu you ni mitsukarimasu you ni
Meski banyak hal telah terjadi sejak saat itu, di sini aku tetap sama.
Selalu menghargai surat-suratmu.
Setidaknya kau adalah satu. Bagiku, kau adalah satu-satunya.
Dari jendela, sinar matahari berpendar melalui pepohonan. Musim ini begitu tergesa-gesa
Sehingga membuatku merasa terdesak.
Mereka mengatakan waktu itu adil, namun tidak ada yang lebih kejam dari kesetaraan.
Bagi mereka yang menggantungkan harapan pada dunia, dunia akan terlihat tak peduli.
Bagaimana menurutmu?
Sejujurnya, aku hanya dipenuhi penyesalan, dan malam ini juga datang tanpa bisa tidur.
Sebanyak apa pun aku menyesal, perasaan ini tak kunjung reda.
Ia menyatu dengan gelapnya malam, menutupi langit dengan kegelapan.
Bahkan di dasar kota ini, secercah cahaya bintang pun tak terlihat.
Namun, aku tetap berpegang pada secercah cahaya itu, mencari alasan untuk tetap hidup.
Alasan mengapa aku tidak boleh mati, seperti wajah keluargaku yang akan bersedih tanpaku,
Impian yang ingin kuraih, atau hal-hal kecil yang bisa disebut harapan.
Semoga kelak aku menemukannya. Semoga kelak aku menemukannya.
Putus asa itu selalu tentang masa depan.
Jika dipikirkan seperti itu, bukankah itu berarti aku belum sepenuhnya menyerah?
Kalimat "pasti ada jalan keluarnya" bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk diri sendiri.
Bagi mereka yang menggantungkan harapan pada orang lain, orang lain akan terlihat tak peduli.
Jadi… lakukan saja sesukamu.
Di pantai yang telah melewati musimnya, masa lalu dan masa depan datang silih berganti,
Pertemuan dan perpisahan, cahaya dan bayangan, semua itu terasa begitu jauh.
Aku hanya ingin bernapas, tak lebih dari itu, namun air mata ini hampir tak bisa kutahan.
Mungkin aku sudah tak sanggup lagi. Mungkin aku sudah tak sanggup lagi.
Meski begitu, aku tak bisa lepas dari takdir ini. celaan dan hinaan yang dulu kudengar,
Juga semua fitnahan yang pernah ditujukan kepadaku. Seandainya semua itu bisa kuhapus
Dengan sesuatu yang bisa kubanggakan, seperti bendera yang tak patah meski dalam badai,
Semoga kelak aku menemukannya. Semoga kelak aku menemukannya.
Teman, sekolah, keluarga, khalayak, kekasih.
Semua yang berhubungan dengan dunia ini terasa melelahkan.
Namun, benang-benang tak terlihat yang selama ini mengikat kita,
Semua itu dimaksudkan untuk menjaga kita tetap terhubung dengan dunia ini.
Mungkin hanya terdiri dari nol atau satu, dengan samudra luas membentang di antaranya.
Jiwa-jiwa yang ingin bertahan terus berenang, namun tak mampu melaluinya.
Dengan hati yang membeku tanpa suara, bahkan keinginan untuk menghilang saja tak terpenuhi.
Meski aku berkata ingin mati, akan tetapi cahaya dari pantai seberang masih terlihat begitu terang.
Namun, semoga ada tempat untukmu berlindung dan suara yang memanggilmu.
Malam di mana kau benar-benar merasa tidak apa-apa jika mati di sini,
Atau pagi di mana usahamu terbalas, sesuatu yang bagimu berarti.
Semoga kelak kau menemukannya. Semoga kelak kau menemukannya.
Sesuatu yang membuatmu bisa berkata, "pasti ada jalan keluarnya."
Semoga kelak kau menemukannya. Semoga kelak kau menemukannya.
Note:
“1.0” (One Point Zero) adalah lagu dari amazarashi yang dirilis pada 30 Maret
2022. Lagu ini merupakan bagian dari proyek kolaborasi unik berjudul
“amazarashi × Manga 'Chi.' Round-Trip Letter Project”. Dalam proyek ini,
amazarashi bekerja sama dengan mangaka Uotaka, penulis manga Chi., yang
menyumbangkan ilustrasi orisinal untuk video musiknya. Menariknya, video musik
lagu ini menggunakan teknik letterpress printing, memberikan sentuhan visual
yang khas, seolah menyampaikan perasaan mendalam melalui tekstur cetakan yang
nyata.
Lirik “1.0” mengusung tema introspeksi, hubungan manusia, serta perjuangan
untuk menemukan makna dalam hidup. Lagu ini dibuka dengan kalimat sederhana
namun penuh makna:
あれから色々あったけど こちらは変わらずにいます
Are kara iroiro atta kedo kochira wa kawarazu ni imasu
"Meski banyak hal telah terjadi sejak saat itu, di sini aku tetap sama."
いつも手紙感謝します
Itsumo tegami kansha shimasu
"Selalu menghargai surat-suratmu."
少なくともあなたは1です 僕にとってあなたは1です
Sukunakutomo anata wa ichi desu boku ni totte anata wa ichi desu
"Setidaknya kau adalah satu. Bagiku, kau adalah satu-satunya."
Frasa “1.0” atau “satu” dalam lagu ini melambangkan seseorang yang istimewa
dalam hidup sang narrator seseorang yang menjadi titik awal, jangkar
emosional, atau bahkan alasan keberadaannya. Liriknya merenungkan tentang
perjalanan waktu, kesetiaan, serta ketidakpastian masa depan dengan nada
melankolis yang khas dari gaya penulisan Hiromu Akita, vokalis sekaligus
penulis lagu amazarashi.
Salah satu bagian lirik yang memperlihatkan refleksi mendalam tentang waktu
adalah:
時間は平等と言いますが 平等ほど残酷なものはないですね
Jikan wa byoudou to iimasu ga byoudou hodo zankoku na mono wa nai desu
ne
"Mereka mengatakan waktu itu adil, namun tak ada yang lebih kejam dari
kesetaraan."
Dalam bait ini, amazarashi menggambarkan bagaimana waktu berjalan dengan
keadilan mutlak, tetapi justru karena itulah waktu menjadi kejam, ia tidak
menunggu siapa pun, tidak peduli pada perasaan, dan terus berlari tanpa ampun.
amazarashi - 1.0【Official Music Video】
No comments